Statistika Pertemuan – 3

Distribusi Frekuensi

  • Pengertian Distribusi Frekuensi
    Distribusi frekuensi adalah yang merupakan penyusunan data ke dalam
    kelas-kelas tertentu dimana setiap individu/item hanya termasuk kedalam
    salah satu kelas tertentu saja. (Pengelompokkan data berdasarkan
    kemiripan ciri).

 

  • Tujuan Ditribusi Frekuensi
    untuk mengatur data mentah (belum dikelompokkan) kedalam bentuk yang rapih tanpa mengurangi inti informasi yang ada.

 

  • Distribusi Frekuensi dibagi 2
    1. Distribusi Frekuensi Numerikal
      adalah Pengelompokkan data berdasarkan angka-angka tertentu, biasanya disajikan dengan grafik histogram
    2. Distribusi Frekuensi katagorikal
      Pengelompokkan data berdasarkan kategori-kategori tertentu, biasanya disajikan dengan grafik batang, lingkaran dan gambar.
  • Istilah-Istilah Dalam Distribusi Frekuensi
  1. Class (Kelas) adalah penggolongan data yang dibatasi dengan nilai terendah dan nilai tertinggi yang masing-masing dinamakan batas kelas. Batas Kelas (Class Limit) adalah nilai batas dari pada tiap kelas dalam sebuah distribusi, terbagi menjadi States class limit dan Class Bounderies (Tepi kelas).
    a.) Stated Class Limit adalah batas-batas kelas yang tertulis dalam distribusi frekuensi, terdiri dari Lower Class Limit (Batas bawah kelas) dan Upper Class Limit (Batas atas kelas).
    b.) Class Bounderies (Tepi kelas) adalah batas kelas yang sebenarnya, terdiri dari Lower class boundary (batas bawah kelas yang sebenarnya) dan upper class boundary (batas atas kelas yang sebenarnya).
  2. Class Interval/Panjang Kelas/Lebar kelas merupakan lebar dari sebuah kelas dan dihitung dari perbedaan antara kedua tepi kelasnya.
  3. Mid point / Class Mark / Titik tengah merupakan rata-rata hitung dari kedua batas kelasnya atau tepi kelasnya.

 

  • Tahap-Tahap Penyusunan Distribusi Frekuensi
  1. Membuat array data atau data terurut (bila diperlukan)
  2. Menentukan range (jangkauan) : selisih antara nilai yang terbesar dengan nilai yang terkecil. R = Xmax – Xmin.
  3. Menentukan banyaknya kelas dengan mempergunakan rumus Sturges. K = 1 + 3,3 log N dimana K = banyaknya kelas dan N = jumlah data yang diobservasi.
  4. Menentukan interval kelas : I = R/K.
  5. Menentukan batas-batas kelas:
    Tbk = bbk – 0,5(skala terkecil)
    Tak = bak + 0,5(skala terkecil)
    Panjang interval kelas = Tak – tbk
    Keterangan:
    Tbk = tepi bawah kelas
    bbk = batas bawah kelas
    Tak = tepi atas kelas
    bak = batas atas kelas
  6. Menentukan titik tengahnya = ½ ( Batas atas kelas + batas bawah kelas)
  7. Memasukkan data ke dalam kelas-kelas yang sesuai dengan memakai sistem Tally atau Turus.
  8. Menyajikan distribusi frekuensi : isi kolom frekuensi
    sesuai dengan kolom Tally / Turus. 

Contoh Kasus

3.1.JPG

3.2.JPG

 

3.4.PNG

HISTOGRAM

 

 

3.4.JPG

 

Advertisements

Statistika Pertemuan – 2

PENYAJIAN DATA DENGAN TABEL DAN GRAFIK

grafik.png
Source: https://pixabay.com/en/graph-pie-chart-business-finance-963016/
  • PENDAHULUAN
    Penyajian data merupakan cara yang digunakan untuk meringkas menata, mengatur atau mengorganisir data sehingga data mudah untuk dimengerti oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan data tersebut.
Secara umum ada dua cara untuk menyajikan data yaitu dengan tabel dan grafik. Kedua cara ini saling berkaitan, karena pada dasarnya sebelum dibuat grafik terlebih dahulu harus dibuat tabelnya.Dari dua cara ini penyajian data dengan grafik merupakan penyajian data yang lebih komunikatif karena dalam waktu yang singkat seseorang akan dapat dengan mudah memperoleh gambaran dan kesimpulan suatu keadaan.
  • Penyajian Data Menggunakan Tabel
    Tabel merupakan kumpulan angka-angka yang tersusun berdasarkan kategori-kategori atau karakteristik-karakteristik tertentu sehingga memudahkan untuk dianalisis. Data yang disajikan dalam tabel bisa berupa data cross section atau data time series. Secara umum penyusunan tabel memerlukan identitas judul tabel, judulbaris, judulkolom, badan tabel catatan dan sumber data. Penyajian data dengan tabel bisa berbentuk tabel satu arah, dua arah dan tiga arah.
Contoh Penyajian data Mengunakan tabel :
1.) Tabel Satu Arah
Tabel satu arah adalah tabel yang hanya terdiri dari satu karakteristik atau kategori. Seperti:

1.Jumlah penjualan menurut jenis barang yang ada.
2.Jumlah kelahiran menurut daerah.
3.Jumlah modal dalam negri menurut sektor ekonomi.

tabel 1.JPG
Contoh tabel satu arah diatas digunakan untuk mencari jumlah penjualan smartphone pada tahun 2019.
2.) Tabel Dua Arah
Tabel Dua Arah Yaitu tabel yang terdiri dari dua karakteristik atau dua kategori seperti :
1.Jumlah penjualan menurut jenis barang beserta daerah penjualannya.
2.Jumlah penanaman modal dalam negeri menurut sektor ekonomi dan lokasi investasi.
3.Jumlah Impor menurut Jenis barang dan negara.
tabel 2.JPG
Contoh tabel dua arah diatas digunakan untuk mencari jumlah penjualan barang elektronik di tiga kota.
3.) Tabel Tiga Arah
Tabel tiga arah menunjukan tiga karakteristik atau kategori data seperti :
1.Jumlah investasi menurut jenis usaha yang ada , negara asal dan lokasi investasi.
2.Jumlah produk menurut, Jam kerja (sif), jenis mesin dan kualitas barangnya.

tabel 3.JPG

Contoh Tabel Tiga arah diatas digunakan untuk mencari jumlah mahasiswa yang berada di perguruan tinggi pada semester 2 dan 4.
  • Penyajian Data Menggunakan Grafik
    Selain menyajikan data dengan menggunakan tabel, kita dapat juga menyajikan data dengan menggunakan gambar-gambar atau grafik. Banyak sekali jenis tampilan data dalam bentuk grafik tetapi pada bagian ini hanya ditampilkan grafik-grafik yang umum dijumpai seperti: Grafik garis (Line Chart), Grafik balok/batang (Bar Chart), Grafik Lingkaran (Pie Chart), dan Pictogram.
Contoh Penyajian data Menggunakan Grafik :
1.) Grafik Garis (Line Chart)
Grafik garis secara umum dibagi menjadi dua bagian yaitu single line chart yang terdiri dari satu garis saja dan multiple line chart yang terdiri dari beberapa garis. Garfik garis baik yang tunggal maupun yang terdiri dari beberapa garis sangat berguna untuk menggambarkan perkembangan suatu kegiatan. Umumnya grafik ini digunakan untuk data yang berbentuk time series yang sekaligus bisa dilihat trend-nya.

garis.JPG

Contoh menghitung penjualan Barang elektronik di 3 kota.
2.) Grafik Batang/Balok (Bar Chart)
Grafik batang/balok (Bar Chart) secara umum dibagi menjadi dua bagian yaitu single Bar chart yang terdiri dari satu batang saja dan multiple bar chart yang terdiri dari beberapa batang. Grafik batang baik yang tunggal maupun yang terdiri dari beberapa batang sangat berguna untuk menggambarkan perbandingan suatu kegiatan. Grafi kini digunakan untuk data yang berbentuk cross section dan time series.
batang.JPG
Contoh Penjualan SmartPhone Pada Tahun 2019.

 

3.) Grafik Lingkaran (Pie Chart) secara umum dibagi menjadi dua bagian yaitu single Pie chart yang terdiri dari satu lingkaran saja dan multiple piechart yang terdiri dari beberapa lingkaran. Garfik lingkaran baik yang tunggal maupun yang terdiri dari beberapa lingkaran sangat berguna untuk menggambarkan perbandingan suatu kegiatan berdasarkan nilai-nilai karakteristik satu dengan conyang lain dan dengan keseluruhan (biasanya dalam persentase). Grafik ini digunakan untuk data yang berbentuk cross section.
pie.JPG
Contoh diatas merupakan grafik lingkaran untuk menghitung  jumlah pengangguran pada lima kota besar di provinsi jawa barat tahun 2002
4.) Pictogram
Pictogram adalah grafik berupa gambar didalam bidang koordinat XY dinyatakan gambar-gambar dengan suatu ciri-ciri khusus untuk suatu karakteristik. Misalnya untuk menyatakan jumlah mobil pada tahun-tahun tertentu, dapat digambarkan berupa gambar mobil (secara sederhana). Tiap gambar mewakili suatu jumlah tertentu.
Screenshot_3.png
source:http://rumusmatematikasekolah.blogspot.com/2016/01/penyajian-data-menggunakan-piktogram.html

Statistika Pertemuan – 1

Pengertian Statistika

Statistika adalah Suatu ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan, penyajian dan analisis data serta cara pengambilan kesimpulan secara umum berdasarkan hasil penelitian yang tidak menyeluruh. Dalam arti sempit Statistik adalah data ringkasan berbentuk angka (kuantitatif).

  • Sebagai suatu bidang studi, statistik memiliki dua bagian utama, yaitu :
  1. Statistika Deskriptif adalah ilmu statistika yang mempelajari tentang pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data.
  2. Statistika Inferensi (Statistika Induktif) adalah ilmu statistika yang mempelajari tentang cara pengambilan kesimpulan secara menyeluruh (populasi) berdasarkan data sebagian (sampel) dari populasi tersebut.
  • Kegunaan Statistika:
  1. Menjelaskan hubungan antar variabel.
  2. Membuat keputusan lebih baik.
  3. Mengatasi perubahan-perubahan.
  4. Membuat rencana dan ramalan.
  5. Dan masih banyak manfaat yang lain.
  • Tahapan dalam statistik adalah :
  1. Mengidentifikasikan persoalan.
  2. Pengumpulan fakta-fakta yang ada.
  3. Mengumpulkan data asli yang baru.
  4. Klasifikasi data.
  5. Penyajian data.
  6. Analisa data.
  • Populasi, Sampel dan Data.

Populasi adalah seluruh elemen yang akan diteliti.

Sampel adalah elemen yang merupakan bagian dari populasi.

Data adalah fakta-fakta yang dapat dipercaya kebenarannya.

  • Jenis-jenis pengambilan sampel yaitu :
  1. Random sederhana (simple random sampling).

Adalah pengambilan sampel secara acak sehingga setiap anggota populasi mempunya kesempatan yang sama untuk menjadi sampel, misalnya dengan cara undian.

Simple.gif

Source: https://faculty.elgin.edu/dkernler/statistics/ch01/1-4.html

 

2.Random berstrata (Stratified Random Sampling).

 Adalah pengambilan sampel yang populasinya dibagibagi menjadi beberapa bagian/stratum. Anggota-anggota dari stratum dipilih secara random, kemudian dijumlahkan, jumlah ini membentuk anggota sampel.

strataStrata2

Source: https://faculty.elgin.edu/dkernler/statistics/ch01/1-4.html

 

3. Sistematis (Systematic Sampling).

Adalah pengambilan sampel berdasarkan urutan tertentu dari populasi yang telah disusun secara teratur dan diberi nomer urut.

sys-sample1.gif

Source: https://faculty.elgin.edu/dkernler/statistics/ch01/1-4.html

4.Luas/Sampel Kelompok (Cluster sampling).

 Adalah pengambilan sampel tidak langsung memilih anggota populasi untuk dijadikan sampel tetapi memilih kelompok terlebih dahulu. Yang termasuk sebagai sampel adalah anggota yang berada dalam kelompok terpilih tersebut.

cluster.gifcluster-sample.gif

Source: https://faculty.elgin.edu/dkernler/statistics/ch01/1-4.html

Jika kelompok-kelompok tersebut merupakan pembagiandaerah-daerah geografis, maka cluster sampling ini disebut juga area sampling.

 

  • Pembagian data dapat dibedakan menurut :

1.Sifatnya

1.Data kualitatif ialah data yang disajikan bukan dalam bentuk angka, misalnya agama, jenis kelamin, daerah, suku bangsa, pangkat pegawai, jabatan pegawai dan sebagainya.

2.Data kuantitatif ialah data yang disajikan dalam bentuk angka.

Data ini terbagi menjadi :

-Data kontinu adalah data yang satuannya bisa dalam pecahan.

-Data diskret adalah data yang satuannya selalu bulat dalam   bilangan asli, tidak berbentuk pecahan.

     2.Waktunya

1.Data silang (Cross Section) ialah data yang dikumpulkan pada suatu waktu  tertentu yang bisa menggambarkan keadaan/kegiatan pada waktu tersebut,  misalnya jumlah warga DKI Jakarta menurut asal dan agama pada tahun  1999.

2.Data Berkala (Time Series) ialah data yang dikumpulkan dari waktu ke      waktu, misalnya data angka kematian dan kelahiran dari tahun ke tahun di  Indonesia yang cenderung membesar dan mengecil.

     3.Cara memperolehnya.

1.Data primer ialah data yang didapatkan langsung dari responden misalnya  data pegawai negeri sipil di BAKN, data registrasi mahasiswa di suatu  universitas dan sebagainya.

2.Data Sekunder ialah data yang diambil dari data primer yang telah diolah,  untuk tujuan lain, misalnya data perkawinan antara umur 10 s/d 20 tahun di  Indonesia yang diambil dari departemen Agama untuk tujuan analisa pola  perkawinan setiap suku bangsa di Indonesia.

     4.Sumbernya.

1.Data Internal ialah data yang menggambarkan dari keadaan di dalam suatu    organisasi, misalnya dari suatu universitas ialah data dosen, jumlah mahasiswa,  data kelulusan dan sebagainya.

 2.Data Eksternal ialah data yang dibutuhkan dari luar untuk kebutuhan suatu    organisasi tersebut.

  • Syarat Data yang baik,yaitu :
  1. Benar/Obyektif.
  2. Mewakili/Wajar (representative).
  3. Dipercaya, artinya kesalahan bakunya kecil.
  4. Tepat waktu (up to date).
  5. Relevan (data yang dikumpulkan ada hubungannya dengan permasalahannya).
  • Proses Pengukuran dan Jenis-jenis Skala Pengukuran.

Variabel (peubah) adalah karakteristik-karakteristik yang terdapat pada elemen-elemen dari populasi tersebut.

Contoh : Pada masyarakat, elemennya adalah manusia, karakteristiknya misalnya penghasilan, umur, pendidikan, jenis kelamin dan status perkawinan yang merupakan variabel-variabel dalam penelitian.

Variabel terbagi atas :

1.Variabel kualitatif (kategori).

Contoh:Tingkat Pendidikan ,Jenis kelamin, dsb.

2,Variabel kuantitatif (Numerik).

Contoh : Penghasilan, umur, jumlah keluarga, dsb.

  • Untuk analisa data penelitian, diperlukan macam-macam ukuran skala yaitu :
  1. Skala Nominal (Skala Klasifikasi).

Adalah skala yang hanya mempunyai ciri untuk membedakan skala ukur yang satu dengan skala ukur yang lain.

  1. Skala Ordinal.

Adalah skala yang selain mempunyai ciri untuk membedakan juga mempunyai untuk mengurutkan pada rentangan tertentu.

  1. Skala Interval.

Adalah skala yang selain mempunyai ciri untuk membedakan dan mengurutkan juga mempunyai ciri jarak yang sama.

  1. Skala Rasio.

Adalah skala yang mempunyai 4 ciri yaitu membedakan, mengurutkan , mempunyai jarak yang sama dan mempunyai titik nol yang berarti sehingga dapat menghitung rasio atau perbandingan diantara nilai.

Simbol Sigma

SIGMA.JPG

GugunFajarRamadhan

 

Pengertian IoT

Internet of Things (IoT), sebuah istilah yang belakangan ini mulai ramai ditemui namun masih banyak yang belum mengerti arti dari istilah ini. Sebetulnya hingga saat ini belum ada pengertian atau definisi standar mengenai Internet of Things, namun secara singkat Internet of Things bisa dibilang adalah di mana benda-benda di sekitar kita dapat berkomunikasi antara satu sama lain melalui sebuah jaringan seperti internet.

Ide awal Internet of Things pertama kali dimunculkan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 di salah satu presentasinya. Kini banyak perusahaan besar mulai mendalami Internet of Things sebut saja Intel, Microsoft, Oracle, dan banyak lainnya.

Banyak yang memprediksi bahwa pengaruh Internet of Things adalah “the next big thing” di dunia teknologi informasi, hal ini karena IoT menawarkan banyak potensi yang bisa digali. Contoh sederhana manfaat dan implementasi dari Internet of Things misalnya adalah kulkas yang dapat memberitahukan kepada pemiliknya via SMS atau email tentang makanan dan minuman apa saja yang sudah habis dan harus distok lagi.

Bagi pengembang, kini banyak perusahaan yang menyediakan berbagai macam program untuk membantu pengembang dalam mengembangkan produk berbasis IoT. Salah satu yang menyediakan program ini adalah Intel dengan IoT Developer Program mereka.

Untuk memahami lebih lanjut tentang konsep Internet of Things, mungkin bisa melihat contoh video di bawah ini dari Intel yang menjelaskan tentang cara kerja Internet of Things dan maksud untuk apa Internet of Things digunakan:

Tugas 3 Pengantar Teknologi Informasi (Individu)

SOAL

1. Jelaskan bagaimana cara kerja mouse wireless !

2. Jelaskan cara kerja barcode reader !

3. Apa perbedaan antara antara monitor CRT dengan LCD ? jelaskan !

4. Sebutkan dan jelaskan jenis- jenis keyboard yang biasa kita gunakan !

5. Seandainya anda seorang penemu dan mendapat tugas untuk membuat sebuah alat input baru maka alat input dan output jenis apa yang anda ciptakan ? jelaskan alasannya !

Jawaban

1. Setiap gerakan atau klik yang terjadi akan direkam lalu dikirim melalui RF (Radio Frequency) transmitter yang ada di dalam mouse dalam bentuk sinyal.Sinyal yang diterima oleh RF Receiver yang biasanya berbentuk seperti flashdisk yang dipasang pada komputer atau laptop.Sinyal itu kemudian dikonversikan atau dirubah menjadi data yang dimengerti oleh komputer atau laptop Kemudian komputer akan merespon data tersebut ke layar monitor.

2. Barcode merupakan instrument yang bekerja berdasarkan assas kerja digital. Dalam konsep digital hanya ada sinyal yang dikenal dan bersifat Boolean yaitu 0 dan 1. Pada barcode bilangan 0 mewakili warna hitam dan bilangann 1 mewakiliwarna putih. Cara kerjanya adalah kumpulan kode batang yang berwarna hitam akan menyerap cahaya dan akan dipancarkan oleh alat pembaca barcode. System yang sering dipakai adalah pengkodean biner, masing masing kode garis memiliki ketebbalan yang berbeda dan ini lah yang akan di terjemahkan kedalam suatu nilai.

3. Ukuran fisik monitor CRT jauh lebih besar, karena memerlukan ruang untuk tabung CRT. Ukuran LCD lebih ramping sehingga sesuai untuk tempat yang terbatas atau untuk laptop.

Awalnya warna monitor LCD hanya ratusan hingga ribuan jenis, sedang CRT sudah mencapai jutaan. Namun, LCD-LCD jenis baru telah dapat memproduksi warna yang tak terbatas sehingga tampilan lebih halus.

Resolusi
Umumnya monitor CRT dapat menampilkan berbagai variasi resolusi, sedangkan monitor LCD hanya memiliki satu resolusi native, yaitu resolusi di mana tampilan yang dihasilkan mempunyai gambar paling jelas. Keadaan ini merupakan resolusi LCD tertinggi yang dapat dijangkaunya.

Kecerahan
Pada CRT kecerahan gambar tidak menjadi masalah. PadaLCD,mengingat pancaran cahaya dilakukan dari belakang, LCD memiliki level kecerahan yang berbeda dengan CRT. Ukuran kecerahan LCD biasanya dinyatakan dalam satuan nits, yaitu berkisar antara 70-250 nits. Semakin tinggi nilai nits, maka semakin cerah tampilan gambarnya.

Sudut Penglihatan
Dibandingkan dengan CRT, monitor LCD memiliki sudut penglihatan yang lebih kecil, sehingga warna yang muncul bisa berubah jika dilihat dari samping atau bahkan tidak terlihat sama sekali. Namun monitor LCD dewasa ini telah memiliki sudut pandang yang lebih luas lagiPemakaian Daya dan Emisi RadiasiLCD hanya memerlukan daya listrik yang kecil untuk pengoperasiannya dan tidak mengeluarkan emisi radiasi yang berbahaya jika dibandingkan dengan monitor CRT. Rata-rata monitor komputer memerlukan daya listrik 110 watt, Monitor LCD lebih mahal dibandingkan dengan jenis CRT.

4. Keyboard Serial
Menggunakan DIN 5 male dan biasanya digunakan pada komputer tipe AT.

-Keyboard PS/2
Biasanya digunakan pada komputer ATX dan saat ini yang paling banyak dipergunakan. Pemasangan keyboard tipe ini harus dilaksanakan dengan cermat, sebab port yang dimiliki sama dengan port untuk mouse.

-Keyboard Wireless
Sesuai dengan namanya, keyboard tipe ini tidak menggunakan kabel sebagai penghubung antara keyboard dengan komputer. Jenis koneksi yang digunakan adalah infra red, wifi atau bluetooth. Untuk menghubungkan keyboard dengan komputer, dibutuhkan unit pemancar dan penerima. Unit pemancar biasanya terdapat pada keyboard itu sendiri, sedangkan penerima biasanya dipasang pada port USB atau serial pada CPU.

-Keyboard USB
Komputer terbaru saat ini sudah banyak yang mempergunakan jenis konektorUSB yang menjamin transfer data lebih cepat

5. Jika saya adalah seorang penemu, saya akan menciptakan alat input dan output yang dapat memasak berbagai macam menu masakan. jadi kita hanya memasukkan bahan-bahan masakan dan perintah berupa menu masakan yang kita inginkan.

Nama:Gugun Fajar Ramadhan

Kelas :17-TIA

Matkul: PTI